HILANG

Buku

Pagi ini, aku sibuk membenahi rumah yang akan kutempati. Tumpukan dus terlihat berserakan di sana-sini. Ku pungut salah satu dus besar yang ada di samping kananku, ternyata berisi buku-buku milikku.

“Ahh, buku itu?!!” seruku dalam hati ketika melihat sebuah buku di dalamnya.

Sebuah buku berjudul “Accounting Theory” edisi kelima karangan Eldon S. Hendrikson dan Michel F. Van Breda. Buku cetakan tahun 1992 setebal 895 halaman, dulu pernah menjadi pegangan kami sebagai mahasiswa akuntansi. Buku itu pula yang membangkitkan kenangan beberapa tahun lalu.

***

“Tok, tok, tok..” terdengar ketukan cukup keras dari pintu kost ku. Kulihat jarum pendek jam di dinding sudah menunjukkan angka 9, sementara jarum panjangnya masih merangkak menuju angka 12.

“Tok, tok, tok, tok!!” ketukan terdengar makin keras.

“Siapa?!” takut-takut ku keluarkan suaraku menembus dinding pintu. Hening. Tak ada suara menyahut dari luar.

“TOK, TOK, TOK, TOK !!!” ketukan itu semakin keras terdengar seperti memaksa. Aku melongok dari balik tirai, sosok itu seperti kukenal.  Kubukakan sedikit daun pintu itu.

“Hai…”

Sepasang mata sayu langsung menghujaniku. Tubuhnya yang lebih tinggi 20cm dariku membuatku harus sedikit mendongak untuk menatap wajahnya.

“Ngapain malam-malam datang ke sini? Kenapa gak ngucapin salam? Kenapa gak jawab pertanyaanku tadi? Tau dari mana alamat kost ku?”

“Maaf aku buru-buru. Aku cuma mau pinjam buku teori akuntansi punya kamu, nanti kubalikin yah,” sambil tersenyum dia menjawab semua pertanyaan yang kuhujani.

Sosoknya unik. Rambutnya dibiarkan panjang menutupi sebagian mata dan telinga. Badannya kurus, sehingga ia terlihat lebih jangkung dari seharusnya. Kemeja yang ia kenakan lusuh, pertanda sudah beberapa hari tak diganti.

“Nih bukunya, awas loh besok balikin! Aku mau belajar…”

“Tenang aja, trims yah…”

***

Aku mengenalnya sejak pertama kali masuk ke kampus. Ia menjadi ketua kelompok kami sekaligus ketua angkatan sewaktu ospek.

Selama kuliah, ia aktif di beberapa organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Beberapa kali ia terlibat dalam diskusi dan aksi demonstrasi. Namun yang mengherankan, Indeks Prestasinya tak penah kurang dari 3,5.

Meskipun kami sama-sama satu kelas dan satu organisasi, jarang sekali ia mau menegurku. Aku pikir memang karena ia terlalu sibuk dengan urusannya.  Namun begitu, diam-diam aku menyimpan rasa kagum padanya.

***

Malam itu hujan rintik-rintik. Jam dinding menunjukkan posisi yang sama dengan malam kemarin ketika pintu tiba-tiba diketuk. “Tok, tok, tok…”

“Hei, masih aja gak ngucapin salam,” kubukakan pintu kamar kostku.

“Eh, maaf. Ini cuma mau kembaliin buku yang kupinjem kemaren. Hehehe…” jawabnya sambil tertawa dan menggaruk-garuk rambutnya yang mungkin tidak gatal.

Jarang sekali kulihat ia tertawa begitu. Kemejanya masih sama dengan yang kemarin malam, hanya saat ini dibalut dengan jas almamaternya.

“Eh, udah yah.. aku buru-buru. Terima kasih bukunya yah…”

Sosok itu segera berlari menembus gerimis, kemudian hilang dalam pekat malam. Ahh dasar cowok…

***

“Hei, bengong aja!!!” suara laki-laki dari belakang mengagetkanku.

“Eeeh… ini, lagi lihat buku….”

“Ooh, buku itu aku temuin di tumpukan buku-buku kuliah kamu yang dulu. Aku pikir masih bisa dimanfaatkan.”

“Oh gitu yah.. trims yah sayaang..”

Kubuka lembaran terakhir di buku itu, aku yakin itu bukan tulisan tangan suamiku…

 

Adinda…

Dimana pun kamu berada, jangan pernah berhenti berjuang…

Jangan biarkan ilmumu hilang terdegradasi waktu…

Biarkan ia terbang mencari tempat yang lebih tinggi untuk ia hinggapi…

Dan jika telah sampai waktunya, jangan biarkan ia jumawa dengan kedigdayaannya…

 

Dari seseorang yang mengagumimu….

 

Pikiranku menerawang ke peristiwa 15 tahun yang lalu. Setelah mengembalikan buku itu, sosoknya tak pernah ditemukan…

Jumlah: 550 kata

“QUIZ MONDAY FLASHFICTION #2 – Sekilas Sekitarmu”

Catatan: Saat menengok ke kanan saya melihat tumpukan buku. Diantara buku-buku itu yang mencolok adalah sebuah buku terbitan lama tentang “Accounting Theory” hingga akhirnya tercetuslah ide ini.

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

39 Responses to HILANG

  1. Lili mengatakan:

    Coba cari di FB😀

  2. mama yassir mengatakan:

    sukaaaaa. . . .cerita ini. . ! !

  3. yordan mengatakan:

    muam migrasi ke wp ya
    itu pengalamanmu kah? kayaknya nggak deh, kan kuliah baru masuk 2005, masak 15 tahun lalu?

  4. Helda mengatakan:

    Sedihnya Mas, secret admirer ya? sweet banget deh.

  5. giewahyudi mengatakan:

    Yaaa ketahuan deh dulunya sayang-sayangan sama siapa. Hheee

  6. latree mengatakan:

    yah begitulah. yang komen sudah banyak. silakan disimak😀

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: