Menikmati Kapa dan Senja di Pantai Amal

Masih dari Tarakan, di sela-sela waktu bertugas pada hari Minggu kemarin kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Amal. Sebuah pantai yang letaknya berada di wilayah timur Pulau Tarakan. Untuk menuju kesana, dibutuhkan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit dari Kota Tarakan. Biasanya di sore hari terutama di akhir pekan, pantai ini ramai dikunjungi. Selain menikmati suasana senja khas pantai, biasanya pengunjung juga menikmati salah satu sajian khas kuliner Pulau Tarakan yaitu Kapa.

Kapa (orang-orang biasa menyebutnya begitu) sejenis kerang yang berwarna putih. Untuk nama ilmiahnya atau sejenis spesies apa, saya belum tau. Cara penyajiannya biasanya dengan direbus dan dimakan bersama sambal yang juga khas dan buras, sejenis lontong tanpa isi yang dimasak dengan santan. Untuk minuman, lebih cocok dengan Kelapa Muda murni.

Memang, rasanya begitu nikmat. Setelah memuaskan diri berjalan-jalan di sepanjang pantai langsung menikmati hidangan tersebut yang dijual oleh rumah-rumah di sepanjang pantai. Namun, jangan sampai kebanyakan karena kadar kolesterol dari Kapa ini begitu tinggi. Kami yang menikmati beberapa porsi dengan harga Rp30.000,-/porsi ditambah 2 porsi udang goreng saja langsung pusing dibuatnya.

Yah, meskipun pantai amal tidak seindah pantai di Pulau Beras Basah, tetapi cukup untuk merefresh pikiran yang sudah penat dengan berbagai pekerjaan. Dan merambatnya malam yang naik perlahan diikuti dengan ombak yang pasang melepas kami untuk kembali ke Kota Tarakan. Kembali menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan.

*maaf gambarnya seadanya, karena diambil menggunakan kamera ponsel (^_^).

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

53 Responses to Menikmati Kapa dan Senja di Pantai Amal

  1. Asril Efendi Tandjung mengatakan:

    Wahhh…indah ya…..
    Saya pernah ke Tarakan bulan oktober tahun lalu, saya ngerjain project Pertamina di Pulau Bunyu, tapi sayang sekali saya nggak sempat mampir ke tempat2 wisata disana😦 soalnya waktunya mepet banget. Mudah2 suatu saat nanti saya ada kesempatan kesana lagi…🙂 (jadi kangen)

  2. awan putih mengatakan:

    subhanallah, indah nian ciptaan_Mu ya Allah🙂

    tarakan……..kakak ipar saya berasal dari sana

    kapa’ kalau dikampung saya dinamakan joi’ , lezat dan nikmat dimakan, terutama saat dicampurkan menjadi lauk kapurung…uuukkhhh….jadi rindu kampung halaman🙂

  3. Keluarga Zulfadhli mengatakan:

    Dear.

    waahhhhhh gak sengaja ketemu dengan orang tarakan….. gw pernah kerja di sana dari 2005 ampe 2007….. dulu kami di pasir putih dan jembatan besi……. bagaimana tarakan sekarang????? masih semrawut???…

    regards.
    … Ayah Double Zee …

  4. choirul mengatakan:

    Hhmmm… benar benar menggoda ya.. pengen ke pantai aku

  5. Kaget mengatakan:

    Cerita soal negeri kita bagian Timur, yang menjamin betah satu2nya hanya travel yang eksotik. Tuh liat, pantainya kalau senja ngga kalah seperti di Bali🙂

  6. ~Amela~ mengatakan:

    kapanya menggoda selera.. kapa oh kapa.. kau membuat air liurku menetes dan perutku keroncongan

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: