Rumah Baru

Tiga tahun lebih (namun dengan tingkat produktifitas yang sangat kecil) memiliki rumah di blogspot, akhirnya dengan penuh kerelaan saya harus meninggalkan rumah itu. Setelah hampir setahun penuh absen di dunia perbloggeran, tiba-tiba saya mendapati blog duniamuam di blogspot itu sudah amburadul. Mulai dari tampilan, widget sampai saya sendiri lupa password untuk mengaksesnya (tindakan yang bodoh dan ceroboh) dan yang paling parah kehilangan link blogroll dari kawan-kawan blog lainnya.

Memang selama menggunakan rumah di blogspot, beberapa kali theme tampilan blog berubah secara otomatis yang berakibat tampilan blog menjadi tidak beraturan. Akibatnya, setiap ingin ngeblog pasti saya selalu dihadapkan untuk berbenah di tampilan. Itu yang membuat saya akhirnya malas dengan segala kegiatan perbloggeran, termasuk BW (karena malu..).

Tapi hasrat saya yang terdalam tetap tidak rela jika harus meninggalkan dunia blog. Sedikit demi sedikit saya masih mengintip blog-blog kawan. Mengintip sedikit-sedikit postingan kawan, tentang petualangan, keseharian, inspirasi, ….yang akhirnya membuat tangan dan otak gatal untuk ngeblog lagi. Sayang rasanya jika tulisan-tulisan ngawur dan gak jelas saya cuma berkeliaran di seputaran kepala saya sendiri tanpa sempat terpublikasi.

Akhirnya dengan tekad yang kuat, saya menyusun strategi untuk berpindah rumah dari blogspot ke wordpress. Berbekal pengalaman yang minim dalam mengelola blog wordpress saya yang lainnya, saya mulai menyusun duniamuam dari awal kembali. Mulai daftar blog, memilih tema, pasang widget, customize header…dan yang terakhir mulai mengimpor tulisan postingan-postingan yang pernah dimuat di duniamuam sebelumnya. Pemilihan kategori yang masih diperlukan, yang gak perlu ya dibuang.

Sebenarnya, saya agak menyesal meninggalkan rumah yang lama. Selain link yang sudah tersebar, memulai sesuatu dari awal cukup menakutkan. Takut akan kenyataan bahwa sesuatu yang baru mungkin tidak akan menjadi lebih baik dari yang lama. Tetapi, bagaimanapun sebagai manusia kita harus berani melangkah. Bukankah tanpa mencoba kita tak kan pernah tahu bagaimana hasilnya. Lebih baik gagal karena telah mencoba dari pada tidak mencoba sama sekali, begitu kata pepatah. Tetapi saya lebih senang berhasil karena mencoba, daripada tidak mencoba sama sekali.

Yah inilah, akhirnya kembali di bulan Ramadhan (kalau gak salah, duniamuam yang dulu dibangun di bulan Ramadhan 1428 H) dibangun kembali duniamuam dengan rumah yang baru. Kalau ditanya kenapa gak memakai domain sendiri, jawabannya masih simple: “cari yang gratisan (^_^)”. Lagipula dari awal didirikannya duniamuam ditujukan untuk mengalihkan diri dari tingkat halusinasi tinggi dan depresi akut…

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

16 Responses to Rumah Baru

  1. Ila Rizky Nidiana mengatakan:

    sama sih, hehe…memulai lagi membangun blog dari awal memang susah.
    aq punya multiply dulu, trus kehapus.. eh, dihapus ding, hihi…
    habis itu buat multiply lagi yang baru, tapi rasanya tetep aja beda.
    akhirnya balik ke blogspot dengan memulai cari link2 temen dari awal lagi.
    aaarggh!! rasanya gemeesss…
    tapi itulah serunya dunia blogger.
    suka dukanya bikin kangen. hehe..😀

    • muamdisini mengatakan:

      iya sih..seru juga membangun sebuah blog…
      cuma kalo harus selalu membangun dari awal capek juga sih..hehehe…
      kan masih banyak juga kewajiban di dunia offline…
      salam

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: