Apakah sederhana itu adalah kenaifan?

Alhamdulillah, blog ini bisa kembali normal meskipun terdapat beberapa perubahan disana-sini. Terima kasih untuk teman-teman yang telah mendukung dan memotivasi agar blog ini tidak mati. Ternyata sebuah “kerusakan” bisa membuat sesuatu menjadi lebih baik dari sebelumnya yang padahal tak pernah terpikirkan. Benar juga kata orang bijak, jangan mau terjebak dalam kenyamanan. Sedikit saja kita terbuai, kita bisa terhanyut bahkan mungkin tenggelam. Bersyukurlah dengan segala cobaan, yah meskipun tidak enak, setidaknya kita masih bisa terhindar dari zona nyaman…

Hmm..kok pembicaraannya jadi melantur ya? Kembali ke topik, walaupun terdapat penambahan dan pengurangan dalam blog ini, konsep awalnya tetap tak mau ditinggalkan, sebuah kesederhanaan. Yah, sebuah kesederhanaan yang saat ini mungkin sudah jarang ada yang mengerti maknanya, termasuk saya. Sebuah kata yang didasari dengan kata sederhana. Adakah yang mau membantu memberikan arti apa makna sederhana itu?


Bukan, sederhana yang dimaksud bukan nama sebuah rumah makan khas daerah Sumatera Barat yang terkenal dengan rendangnya atau Gulai Kepala Ikan Kakapnya. Sederhana yang dimaksud adalah sederhana yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti bersahaja; tidak berlebih-lebihan; sedang (dl arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb); tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb); tidak banyak pernik; lugas. Tapi kenapa maknanya sekarang semakin luntur ya? Atau mungkin semakin sulit bagi manusia untuk menerapkan kata itu dalam kehidupan sehari-hari?


Saat ini, ketika ada yang mencoba untuk menjadi sosok yang sederhana maka saat itu pula banyak cemoohan datang. “Hidup di jaman sekarang jangan terlalu naif..”, begitu kata mereka. Lantas apa hubungan sederhana dengan sebuah kenaifan? Sebegitu sulitkah menjadi sosok yang sederhana hingga dicap sebagai makhluk yang naif? Merelakan dirinya menjadi santapan manusia lain yang lebih serakah?

Hufh, semakin sulit saja saya mendeskripsikan apa itu sederhana apalagi menerapkannya. Kadang kata memang tidak bisa memuaskan hausnya diri kita akan sebuah makna. Meskipun sepertinya sulit dalam dunia nyata untuk menerapkan apa itu sederhana, setidaknya disini saya ingin mencoba menjadi sederhana. Bersahaja. Atau kalau kau ingin sebut naif, silahkan…

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

6 Responses to Apakah sederhana itu adalah kenaifan?

  1. muam_disini mengatakan:

    @dhila: iya…mungkinkah seperti itu?…sederhana bisa menjadi sebuah idealisme yah…terima kasih atas pencerahannya mba…

  2. fadhilatul muharram mengatakan:

    mungkin sederhana yg dimaksud ialah idealisme kali yah…sementara yg bilang sederhana ialah naif adalah org2 yg terjebak pragmatisme. halah.. ngomong apa sih gw?? hohoho

  3. muam_disini mengatakan:

    iya..makasih mas gerrilya…wah..jadi bingung lagi nih..tapi sudah bisa saya tangkap maksudnya..

  4. gerrilya mengatakan:

    sederhana….nggak berlebihan aja, kalo pinter ya nggak ditonjol-tonjolkan misalnya. tapi nggak kurang juga, misal pinter tapi buat diri sendiri…nggak dibagi.

  5. muam_disini mengatakan:

    wah..kau ini merebut tempat pertamaX disini…itulah, mari kita diskusikan at…

  6. shavaat mengatakan:

    pertamax!hahasederhana itu apa ya, am. bingung juga sy. sederhana itu ga muluk2 kali ya.

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: