PERKULIAHAN TAHAP AKHIR

Gak terasa, masa kuliah sudah terlewati selama 3 tahun. Itu artinya jenjang DIII ini harus segera berakhir (T.T)…

Pekan terakhir Agustus 2008 itu masa-masa terakhir hampir semua mata kuliah. Semua dosen rata-rata mengomentari dan memberi wejangan yang intinya hampir sama: ”NANTI, MEMASUKI DUNIA KERJA JANGAN SAMPAI TERBAWA ARUS, JANGAN SAMPAI KALIAN KORUPSI”. Intinya kurang lebih seperti itu. Yah, emang sih, sebagai kampus kedinasan dari Departemen Keuangan, kampus ini dikenal telah mencetak para punggawa penjaga keuangan negara. In fact, kabarnya para punggawa itu rata-rata malah diduga menjadi pengeruk uang negara. Kalo gitu apa dong fungsi kampus itu sendiri?

Nah, setelah reformasi birokrasi dilakukan di hampir seluruh tingkatan dalam instansi. Kampus tempat saya berkuliah itu sendiri akan diharapkan menjadi ”center of moral education”, sebagai jenjang awal dari penyaringan pegawai DepKeu. Selanjutnya dari ikatan alumni kampus itu sendiri diharapkan membentuk sebuah jaringan pengawas independen karena kenyataannya, alumni kampus ini gak hanya ada di Depkeu aja, tapi udah menyebar ke segala bidang. (begitu katanya pak Direktur…)

Alah, jadi ngalor ngidul begini…

Ternyata 3 tahun itu cepet ya,,, ga terasa, kayaknya baru kemaren ikut seleksi masuk di Senayan, sekarang udah jadi pengawasnya. Kayaknya baru kemaren nenteng-nenteng bawa map yang iinya ijazah yang dilegalisir, surat Keterangan Berperilaku Baik ,sama hasil ronsen paru-paru buat daftar ulang, sekarang udah ngukur-ngukur baju toga buat diwisuda (walopun belum bener-bener lulus…). kayaknya baru kemaren juga bingung nyari kos buat ditempatin, sekarang tetep bingung juga nyari kos, tapi bukan buat ditempatin, buat ditumpangin (karena udah diusir dari kos lama…hiks..).

Tapi, biar bagaimana pun, ini bukanlah akhir, tetapi merupakan awal. Lulus dari jenjang DIII bukan berarti harus berhenti belajar. Manusia dalam hidupnya harus selalu belajar. Mudah-mudahan bia meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi lagi (amin…). yang penting harus punya : MIMPI dan SEMANGAT!

Jadi inget kata-katanya Arai, si Simpai Keramat, kepada Ikal di buku Sang Pemimpi: ”Tanpa semangat dan mimpi, orang seperti kita akan mati…”

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: