STOP KAPITALISASI PENDIDIKAN !!!

Tahun ajaran baru telah dimulai, kegiatan belajar mengajar pun mulai berjalan seperti biasanya dan seperti biasa juga di setiap sekolah baik negeri maupun swasta melakukan penerimaan siswa baru mulai dari tingkat TK sampai SMA. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan semakin lama semakin parah dalam ajang penerimaan tersebut mengalir jumlah rupiah yang tidak sedikit. Untuk bisa masuk sekolah negeri saja sekarang setiap anak harus menyetorkan uang bahkan sampai puluhan juta rupiah, lantas dimana peran sebuah sekolah negeri yang fungsi awal didirikannya sebagai sarana pendidikan guna mengentaskan program wajib belajar 9 tahun?

Dahulu, untuk bisa bersekolah di sebuah “SEKOLAH NEGERI” yang dibutuhkan adalah kemampuan OTAK. Seorang calon siswa untuk bisa bersekolah dilihat dari kemampuan berpikirnya, bukan melulu kemampuan finansial orang tuanya.

Namun sekarang, semakin banyak sekolah yang mencap dirinya sebagai “SEKOLAH NEGERI PILIHAN” , “SEKOLAH UNGGULAN”, “BERTARAF NASIONAL”, “BERTARAF INTERNASIONAL”, atau segala macam embel-embel lainnya lebih mengedepankan kemampuan materi orang tua calon siswa. Untuk bisa bersekolah disana yang dibutuhkan adalah seberapa besar orang tua si calon siswa berani menaruh dananya bukan seberapa besar kemampuan otak si calon siswa. Akibatnya calon siswa yang TANPA OTAK TAPI KAYA DANA bisa dengan mulus langsung masuk ke sekolah manapun yang diinginkannya. Sebaliknya, calon siswa yang KURANG BERUNTUNG dengan hanya mengandalkan kemampuan otaknya tapi tidak memiliki dana yang cukup sering gigit jari dan masih harus berjuang kesana kemari mencari sekolah yang mau menerimanya.

Yang lebih parahnya lagi, ketika ada calon siswa yang tidak memiliki keduanya, OTAK dan DANA, hanya berbekal SPIRIT untuk sekolah akhirnya malah tidak dapat bersekolah. Lalu dimana fungsi pemerintah sebagai pihak yang mewajibkan rakyatnya untuk bisa bersekolah jika hal seperti ini terus berlangsung setiap tahunnya?

WAJIB BELAJAR 9 TAHUN bukan sekedar imbauan, sudah sepantasnyalah pemerintah meninjau kembali keadaan birokrasi di sekolah-sekolah tersebut. Birokrasi sekolah yang BERMENTAL KAPITALIS tak layak untuk di sebut sekolah negeri bahkan unggulan. Sekolah negeri seharusnya digunakan sebagai sarana untuk mendidik bukan untuk mencari keuntungan.

SEKOLAH adalah HAK semua orang, BUKAN hanya untuk ANAK PARA PEMILIK MODAL !!!

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: