Salju gurun

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekaipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekaliun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu disana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angina maam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau ekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.

1998, Dewi Lestari (Dee)

Terdapat dalam Folosofi kopi

Prosa di atas menjadi sebuah inspirasi bagi saya untuk berani berbeda. Beda dalam artian mampu mengambil jalan lain dari apa yang biasa orang lain lakukan. Berani untuk melangkah lebih jauh dari kenyamanan, bukan berarti menyingkir, tapi mencari tempat yang lebih baik. karena apa? sebagai manusia kita tak boleh berhenti berproses, kita adalah makhluk dinamis. Mempunyai otak untuk membedakan apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang tidak.

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: