Pendidikan nasinonal dalam kebangkitan nasional

Di bulan Mei ini selain kita memperingati apa yang dinamakan hari kebangkitan Nasional, kita juga memperingati Hari pendidikan Nasional. Setelah 100 tahun kebangkitan nasioanal gimana ya nasib pendidikan nasional? Udah ikut bangkit belum ya?

Kalo menurut saya, dari sisi kuantitas, pendidikan nasional tuh dah bangkit. Buktinya, sekarang banyak tuh instansi-instansi yang mengatasnamakan lembaga pendidikan. Tapi, dari sisi kualitas, pendidikan nasional masih jauh dari harapan. Kok bisa begitu ya?

Emang sih, sekarang banyak banget tuh lembaga pendidikan, tapi apa iya mereka itu bener-bener menerapkan pendidikan untuk bengsa secara umum. Yang namanya pendidikan tuh harusnya ada yang namanya transfer ilmu. Ilmu yang ditransfer juga ga cuma eksak atau pengetahuan umum. Tapi juga etika dan moral. Yang terjadi sekarang justru transfer etika dan moral inilah yang udah dilupain. Jadinya hasil dari pendidikan itu cuma pinter di bidang yang dipelajarin, untuk urusan moral dan etika, jangan ditanya, hasilnya nol. Buktinya, sekarang banyak kok orang-orang yang pinter manfaatin kepinterannya buat korupsi. Jadi pinter tapi keblinger.

Trus, yang namanya pendidikan nasional tuh harusnya untuk semua warga Negara tanpa terkecuali. Tapi, yang ada sekarang, pendidikan tuh seakan-akan Cuma milik para kapitais, pemilik modal. Buat bisa ngerasain pendidikan itu mahalnya bukan maen. Jadinya, bagi sebagian masyarakat kita, pendidkan buka dipandang sebagai kebutuhan primer, tapi Cuma sebatas kebutuhan tersier. Yah kalo bisa ngerasain sukur, nggak bisa ya nggak apa-apa.

Buat yang udah ngerasain pendidikan juga belum tentu beruntung. Kadang, kita harus ngadepin kesenjangan sosial yang makin keliatan di dalamnya. Iya, jadi otak tuh seakan-akan gak penting. Yang dipentingin asal lo punya duit, lo bakalan dapet apa yang lo mau. Sedangkan orang yang punya otak tapi ngga punya duit, yah Cuma bisa negdapetin apa yang bisa didapet.

Wah, kalo dijelasin panjang lebar bobroknya dunia pendidikan mah gak bakalan abis-abis. Lagian juga, kalo cuma wacana gak bakalan nyelesaiin masalah. Yang ada, buat yang udah ngerasain pendidikan n udah tau gimana pentingnya pendidikan untuk semua orang, harus bener-bener memanfaatkan kesempatan itu. Tingkatkan kemampuan intelektuaitas supaya bisa diaplikasiin. Setelah itu, kasih kontribusi nyata buat bangsa ini ke depan. Inget, pindidikan gak Cuma milik kapitalis tapi hak semua warga Negara. Setiap orang juga punya hak mengembangkan kemampuan intelektualitasnya, tanpa dibatasi. Dan setiap orang berhak punya mimpi dan untuk nentuin masa depannya.

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: