pensiun dari musik???

pensiun dari musik???wah, kayaknya ga pernah ngebayangin deh… emang sih, sekarang-sekarang ini saya vakum sementara dalam bidang musik. tapi, kayaknya dalam sehari ga denger yang namaya hingar bingar musik kayaknya ada yang kurang dalam hidup ini.

saya dan musik memang seperti sudah sehati. dari kecil dulu sudah dicekokin musik oleh orang tua. gimana enggak? dulu waktu masih balita (atau mungkin waktu belum lahir ya?) kuping saya sudah tidak asing dengan suaranya Mick Jagger, vocalisnya Rolling Stones. babeh emang pengagum beratnya nih band. satu lemari di rumah isinya kaset band ini berjejer, dari album paling lama sampe album paling baru.

waktu baru bisa ngomong, saya sudah fasih menyanyikan lagu Koes Ploes. lagu yang memang easy listening nih emang dicekokin diantara lagu anak-anak yang lain, kayak Susan, Trio Kwek-kwek, atau Enno Lerian. tapi, kalo babeh karokean, pasti saya diajak nyanyi lagu-lagu Koes Ploes.

setelah agak besar, mulai diperdengarkan lagu-lagu The Beatles ke kuping saya. kalo diurut secara hirarki, saya agak bingung juga, lagu apa yang paling duluan masuk ke kuping saya, tapi yang penting lagu-lagu kayak gitu sudah ada masuk kuping sejak saya masih kecil.

tahun 90an, saya ikut-ikut mulai mendengar band-band berambut gondrong, kayak GnR, Poison, atau Scorpion. Band kayak Nirvana baru saya dengar setelah masuk SMP, jauh setelah Kurt Cobain meninggal. waktu SMP saya juga mulai berontak dengan mendengar musik-musik yang jauh beda dari apa yang dikasih orang tua. musik-musik underground kayak Slipknot, atau umpatan-umpatan Fred Durst dengan Limp Bizkitnya.

SMA baru selera musik saya terpengaruh dengan pasar. musik kayak Peterpan, Padi, atau band-band punk rock ala blink 182 dan Green Day yang lagi trend waktu itu dijadikan sebagai bahan belajar buat main band. masa ini juga masa dimana saya mulai sedikit-sedikit mencipta dan menggugah lagu.

lulus SMA selera musik saya makin campur aduk, jadi gak jelas gitu. tapi itu yang menjadikan kalau musik yang saya buat jadi lebih berwarna. dengan status masih menjadi anggota sebuah band yang mencoba buat bikin demo, saya masukkan unsur-unsur musik yang pernah saya dengar dalam alunan gitar yang saya mainkan. tapi berhubung selera saya berbeda dengan selera pasar, dan band yang bikin demo itu musiknya gak boleh beda jauh dengan selera pasar, jadi deh selera saya harus dipendam (memang dalam industri, pasar itu segalanya ya…).

sekarang setelah saya keluar dari band, saya ingin fokus di kuliah dulu. idealisme musik saya juga bisa dipertahankan. jadi ga menyerah dengan apa yang dinamakan selera pasar. berarti sampai sekarang saya belum pensiun dari musik, hanya beristirahat sebentar. tunggu karya-karya saya yang lain ya…

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: