Banjir di Lantai Dua

Jumat pagi itu (16/12) tak seperti biasanya saya bangun pukul 04.00 pagi. Kelelahan membuat saya tertidur saat sedang online dengan posisi laptop masih menyala. Ketika terbangun, sayup-sayup saya mendengar suara air mengucur. Saya pikir, itu suara air dari kamar mandi. Namun, betapa kagetnya ketika tangan saya menyentuh lantai untuk mencari handphone.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Kopi Darat Unik: Bergulita Ria di Tepian Sungai Mahakam

Islamic Center. Sumber: Koleksi Pribadi: P. Aryo W.

Malam itu malam Jumat, tapi empat manusia itu memutuskan untuk duduk-duduk di tepi Sungai Mahakam, tepat di seberang Masjid Islamic Center, Samarinda. Di bawah pohon ketapang dengan penerangan seadanya dari temaram cahaya bulan dan lalu lalang kendaraan yang melintas, keempat manusia itu semangat berbagi cerita dan pengalaman. Sambil bergulita ria, mereka dengan semangat berbincang mengenai blog. Yup, kopi darat unik kali ini sangat saya sayangkan untuk tidak dituliskan disini.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Yellow

Look at the stars, Look how they shine for you,
And everything you do, Yeah they were all yellow,

I came along, I wrote a song for you
And all the things you do, And it was called yellow

Lagu Yellow dari Coldplay mengalun dari earphone yang terhubung dengan ponsel saya, mengiringi perjalanan saya menyusuri kembali jalan di Bukit Soeharto kali ini menuju ke Samarinda. Saya sudah tak mampu menghitung berapa kali saya melewati jalan dengan rupa dan lekuk yang sama. Itulah yang membuat saya tak tertarik memandang keluar jendela mobil dan lebih memilih tertidur di sebelah pengemudi mobil travel.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Menikmati Kapa dan Senja di Pantai Amal

Masih dari Tarakan, di sela-sela waktu bertugas pada hari Minggu kemarin kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Amal. Sebuah pantai yang letaknya berada di wilayah timur Pulau Tarakan. Untuk menuju kesana, dibutuhkan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit dari Kota Tarakan. Biasanya di sore hari terutama di akhir pekan, pantai ini ramai dikunjungi. Selain menikmati suasana senja khas pantai, biasanya pengunjung juga menikmati salah satu sajian khas kuliner Pulau Tarakan yaitu Kapa. Baca tulisan ini lebih lanjut

Tarakan lagi…

Kabut tipis masih menggelantung di atas Sungai Mahakam saat saya melewati jembatan yang namanya sama dengan sungai itu. Pagi ini ritual menyeberangi Sungai Mahakam kembali saya lakukan, kali ini menuju Balikpapan untuk mengejar pesawat berlambang kepala singa yang akan menuju Kota Tarakan. Yup, sebulan lebih ke depan saya harus bertugas di Kota Tarakan. Baca tulisan ini lebih lanjut