Tiga Titik Hitam

Ketika semua bayang menjauh dari tubuh dan ketika semua angan enggan menyapa

Terbaring aku, terjebak aku, di keheningan dalam ketiadaan….

(Burgerkill feat Fadly PADI – Tiga Titik Hitam)


Resonansi tiga titik hitam yang dibawakan Burgerkill dengan Fadly menghipnotis saya untuk membuat jari-jari saya menari-nari di atas tuts keyboard papan komputer jinjing saya. Saya sendiri masih bingung dengan ritual tengah malam seperti ini, entah untuk meracau atau hanya melepas energi penat yang tak tersalurkan untuk dibuang ke dalam sebuah tulisan. Yang saya sadari, akhir-akhir ini terlalu banyak pikiran berkecamuk di dalam otak.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Forget Jakarta…

I’m waiting in line to get to where you are… Hope floats up high along the way

I forget Jakarta…

All the friendly faces in disguise… This time, I’m closing down this fairytale

(Adhitia Sofyan – Forget Jakarta)


Lama sudah saya tak mengingat kejadian ini, tepatnya mungkin sudah lebih dari dua tahun yang lalu saat dibacakan pengumuman penempatan. Satu per satu dari kami, yang saat itu sedang menjalani masa diklat, dipanggil ke depan. Saat saya dan kawan saya dipanggil ke depan, saya pun sudah mengira kemana kami berdua akan ditempatkan. Dan benar saja, apa yang kami bayangkan akhirnya dibacakan… Kalimantan Timur, Kota Samarinda.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Luka Bernegara

sumber gambar: suaramerdeka.com

Manusia, aktor yang bisa berpolitik… Karena binatang, tak mampu mengurus Republik…

fakta bicara, binatang tak kenal intrik… fakta bicara, manusia biang kerok konflik…

Drama retorika, Budaya mereka…

(Cupumanik – Luka Bernegara)

Baca tulisan ini lebih lanjut

Melancholic Bitch: antara musik, cerpen, dan teater

Kawan – kawan narablog yang suka membaca cerpen, adakah yang mengenal Ugoran Prasad? Seorang cerpenis yang cerpennya terpampang di beberapa media cetak lokal dan nasional. Atau kawan-kawan yang berasal dari Kota Gudeg, Jogjakarta, adakah yang mengenal artists collective yang menamakan diri mereka Melancholic Bitch (mereka menolak disebut sebagai band)? Baca tulisan ini lebih lanjut

Themilo: kegalauan yang membuat tersenyum

Light s Low, Volume High, Fantasizing

Salah satu kelemahan tinggal di luar Pulau Jawa adalah dalam hal musik. Kelemahan yang saya maksud disini adalah pilihan alternatif ketika ingin hadir ke gigs indie lokal atau ketika ingin membeli merchandise dari band indie lokal. Alhasil, saya harus puas menikmati dan mengamati perkembangan musik dari dunia maya. Jika ingin melihat performance mereka cari di Youtube, ingin punya merchindise dan albumnya, cari di toko online. Entah kenapa, dari dulu saya kurang begitu tertarik dengan perkembangan musik yang sering ditayangkan di tivi, mulai dari band melayu “menye-menye” sampai kumpulan “cowok” atau “cewek” berjoged-joged sambil nyanyi. Baca tulisan ini lebih lanjut