Di antara cinta dan sahabat

Dua buah jam tangan yang saya miliki itu bukanlah saya beli dari kantong pribadi. Keduanya adalah benda yang saya peroleh dari orang-orang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. Keduanya juga memiliki kenangan yang begitu manis dan tak terlupa. Keduanya kini menemani hari-hari saya sebagai pengingat waktu.

Sebuah jam tangan berwarna coklat gelap dengan tulisan “swiss army” di dalamnya merupakan hadiah spesial dari sahabat-sahabat saya. Hadiah ini diberikan sebagai tanda perpisahan sewaktu saya akan berhijrah ke Kaltim. Pada saat itu, di antara kawan-kawan satu angkatan organisasi daerah di kampus, saya adalah orang pertama yang “dibuang” keluar pulau jawa.

Waktu itu adalah malam sebelum saya berangkat menuju Kalimantan Timur. Kami mengadakan sebuah acara kecil di Bekasi Square. Sebuah acara yang kami anggap sebagai pelepasan dari adik-adik kelas untuk kakak tingkatnya yang hendak menuju penempatan kerja masing-masing.

Selepas acara itu, saya dan sebagian kawan saya bukannya segera pulang, tetapi mampir dulu di Metropolitan Mall. Ada seorang kawan yang berniat membeli jam tangan, begitu kata mereka.

Kami pun mengantarkan kawan tersebut memilih jam di sebuah toko. Saya membantu memilih dengan menunjukkan sebuah jam tangan berwarna coklat gelap dengan alasan kesannya lebih “adventure”. Lama sekali mereka memutuskannya hingga saya berinisiatif pergi ke toko musik mencari kepingan CD. Kami pun bersepakat untuk bertemu di bioskop (waktu itu namanya masih 21).

Di studio 21 kami tidak membeli karcis karena memang tak berniat menonton, hanya sekadar duduk lesehan di atas karpet yang empuk. Bercengkrama saling melepas rindu karena mulai besok, satu orang diantara mereka harus segera pergi menjalankan tugas negara. Sampai akhirnya mereka mengeluarkan jam yang tadi kupilihkan…

Saya sengaja memakainya untuk mengetes apa kualitasnya baik. Sambil menggoda bahwa akan mengambilnya. Namun, saat ingin mengembalikan jam tersebut kepada pemiliknya, ia menolak. Saya menoleh ke tujuh orang kawan lainnnya, mereka hanya rersenyum. Pasti ada konspirasi, saya membatin dalam hati.

Salah satu dari mereka akhirnya mengeluarkan suara bahwa jam tangan itu adalah pemberian dari mereka. Sebuah hadiah dari para sahabat sebagai pengingat mereka di tanah rantau nanti. Ah, kami pun saling berpelukan. Tak terasa ada tetesan air mengalir di mata kami…

Satu setengah tahun setelah peristiwa itu, tepat di akhir tahun menjelang tahun baru, saya mendapatkan hadiah. Hadiah kali ini diberikan oleh sang kekasih sebagai hadiah ulang tahun. Sebuah kotak berbentuk kubus kecil yang terbungkus dengan kertas kado berwarna putih.

Setelah dibuka, isinya adalah sebuah jam tangan berwarna putih silver dengan tulisan “Alexandre Christie“. Terlihat mewah dan elegan hingga membuat saya terharu. Katanya agar nanti jika berhadapan dengan kepala daerah atau pejabat daerah bisa tampil sedikit rapih. Ia sadar, kekasihnya ini lebih sering berpenampilan apa adanya atau bahasa halusnya urakan. Yah, bolehlah sesekali agar terlihat lebih “wajar”, masak auditor penampilannya mirip kayak seniman.

Akhirnya sampai saat ini, kedua pengingat waktu itu menemani keseharian saya. Keduanya tetap digunakan dalam kesempatan yang berbeda. Si coklat gelap akan selalu menemani saya dalam kegiatan outdoor atau kegiatan non-formal. Sementara si putih akan selalu setia menemani dalam tiap kesempatan formal.

Keduanya merupakan benda terpenting dalam hidup saya. Selain sebagai pengingat waktu, keduanya saya anggap sebagai simbol persahabatan dan cinta. Kedua hal yang saya rasakan bisa membuat hidup semakin berwarna…

Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “11 tahun Bersamamu” oleh Tarry KittyHolic


Turut mengucapkan selamat kepada Mba Tarry atas pernikahannya yang telah berjalan selama 11 tahun, selamat juga atas calon penerus generasi yang kini dikandung oleh Mba Tarry. Perjalanan yang panjang masih belum berakhir, teruslah menjadi inspirasi…

 

About these ads

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

28 Responses to Di antara cinta dan sahabat

  1. irmarahadian mengatakan:

    hmm…
    semoga sukses selalu…:)

  2. intenratna mengatakan:

    sweet romantic, waw :)

  3. Fotodeka mengatakan:

    postingan romantis dari seorang auditor… hihi
    *mlipir*

  4. tuaffi mengatakan:

    waahh.. senengnyaa ppunya jam tangan dari orang- orang spesial. Pasti jadi semakin menghargai waktu. :D

  5. hima-rain mengatakan:

    jam memang benda yang tepat untuk mengingatkan seseorang pd seseorang lainnya krn pastinya sering dilirik2 setiap waktu kan..hehehe.. nanti sy mo kasi jam juga untuk org terkasih ah..hehehe

  6. Tebak ini siapa! mengatakan:

    Wawww, ^^
    Ternyata laki-laki bisa nangis juga ya kalau berpisah hihi.
    Sukses mas…

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: