Banjir di Lantai Dua

Jumat pagi itu (16/12) tak seperti biasanya saya bangun pukul 04.00 pagi. Kelelahan membuat saya tertidur saat sedang online dengan posisi laptop masih menyala. Ketika terbangun, sayup-sayup saya mendengar suara air mengucur. Saya pikir, itu suara air dari kamar mandi. Namun, betapa kagetnya ketika tangan saya menyentuh lantai untuk mencari handphone.

Ketika saya sepenuhnya tersadar, saya mendapati seluruh lantai kamar saya sudah tergenang air. Saya melihat sekeliling kamar, benda-benda yang posisinya berada di lantai ternyata tak terselamatkan. HP Nokia E63 saya yang saat itu sedang dicharger, karpet, tas kerja, majalah, dan buku yang malamnya sempat saya baca ikut terendam.

Dalam keadaan masih mengantuk, segera saja saya selamatkan barang-barang yang masih bisa terselamatkan. Untungnya, malamnya saya sempat online sehingga posisi laptop berada di atas meja laptop karena biasanya laptop masih tersimpan rapih di dalam tas. Selain itu, HP Blackberry saya yang saat itu juga dalam posisi dicharger jatuh di atas tissu jadi sempat terselamatkan. Gitar saya juga aman berdiri di standing guitar, hanya sarungnya saja yang ikut terendam.

Sumber air yang masuk ke dalam kamar saya di lantai dua adalah pipa air menuju tandon air yang letaknya tepat diseberang kamar saya terlepas. Kejadian ini kejadian kedua yang saya alami, sebelumya kerusakan tak seberapa karena saat itu saya sedang tidak tidur. Memang biasanya air PDAM yang mengalir ke tempat saya tinggal di Sempaja itu kecil, namun kali itu air mengalir cukup deras. Saya tidak menyangka, meskipun pompa air sudah dimatikan air masih bisa mengalir dengan derasnya hingga menyebabkan sambungan pipa terlepas.

kondisi kamar sesaat setelah penyelamatan (kayak habis perang..)

buku dan majalah yang tak sempat diselamatkan

Meskipun begitu, saya masih bisa bersyukur. Kejadian yang saya alami mungkin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita yang tinggal di bantaran sungai. Mereka yang setiap tahunnya harus bersiap “menyambut” banjir yang tingginya bisa sampai bermeter-meter. Mereka yang saat sedang terlelap juga tiba-tiba hanyut bersama harta bendanya terbawa arus air. Ah, saya tak bisa bayangkan…

Dan beberapa hari berikutnya saya berkutat dengan program pengeringan kamar, kasur, karpet, dan benda lainnya. HP saya yang sempat terisi dengan air pun kini sudah diperbaiki. Semoga dengan kejadian ini, saya bisa menjadi lebih waspada…. mungkin saudara-saudara kita yang berada di bantaran sungai sudah lebih waspada dari kemarin, saat hujan pertama sudah mengguyur…

program pengeringan...

About these ads

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

43 Responses to Banjir di Lantai Dua

  1. Asop mengatakan:

    Masya Allah, sabar ya Mas Muam…. :(

    Saya sendiri belum pernah mengalami momen seperti ini. Dan jangan sampe pernah. :|
    Saya pernah kerepotan membereskan isi kamar dari air yang bocor dari langit2. Kamar kosan saya mendadak bocor, kejadiannya udah lama sih, tiga tahun yang lalu waktu masih ngekos. Hujan deras banget, angin ribut, lagi2 enak2nya ngenet, eh ada suara air ngocor. Eaaa ternyata di dalam kamar saya air menetes cukup deras. :D

  2. bundadontworry mengatakan:

    innalilalahi…semoga bisa lebih waspada lagi, dimusim penghujan kayak sekarang ya Muam :)
    untung masih ada yang terselamatkan …………
    salam

  3. Nchie mengatakan:

    Ya Ampun kasian banget Muam kebanjiran…

    Semoga cepet-cepet di beresin dan mengamankan barang-barang yang penting..

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: