Tarakan lagi…

Kabut tipis masih menggelantung di atas Sungai Mahakam saat saya melewati jembatan yang namanya sama dengan sungai itu. Pagi ini ritual menyeberangi Sungai Mahakam kembali saya lakukan, kali ini menuju Balikpapan untuk mengejar pesawat berlambang kepala singa yang akan menuju Kota Tarakan. Yup, sebulan lebih ke depan saya harus bertugas di Kota Tarakan.

Ini bukan kali pertama saya bertugas di kota yang terletak di sebuah pulau Bagian utara Kalimantan. Kali pertama, ceritanya pernah saya posting disini. Kali kedua, kemarin sebelum lebaran. Tapi bukan berarti saya sudah hapal seluk beluk kota yang setahun lalu pernah terjadi tragedi kelam pertikaian antar etnis.

Kabut tipis makin menebal ketika kendaraan travel yang saya tumpangi memasuki Bukit Soeharto. Menelusuk di sela-sela pepohonan meranti dan apalah namanya. Saya merapatkan jaket yang saya kenakan sekadar menahan hawa dingin dari AC mobil. Entah sudah berapa kali saya lewati jalan ini, masih dengan susunan pohon dan lekuk jalan yang sama namun dengan perasaan yang selalu berbeda.

Hujan masih turun meski hanya rintik demi rintik ketika memasuki pelataran Bandara Sepinggan di Balikapan. Rintik hujan yang semakin membesar sampai akhirnya menjadi rintik kembali ketika pesawat berlambang kepala singa itu lepas landas..

Di udara, matahari mulai menyibak di balik awan. Ketika roda pesawat beradu dengan aspal landasan di Bandara Juata Kota Tarakan, matahari sudah bersinar begitu cerah. Batin saya bergumam, masih ada sebulan penuh ke depan menjalankan tugas di kota ini. Lagi-lagi harus kembali berkutat dengan segala kewajiban yang harus dilaksanakan satu persatu.

Saya tahu, kembali rasa rindu harus merelakan dirinya untuk terselip diantara deretan angka dan rangkaian kata. Maaf atas segala keadaan yang tidak menyenangkan nantinya. Percayalah, akan ada waktu dimana kita bisa berkumpul kembali, saling bercengkrama dengan senyum yang akan selalu kamu torehkan.

Sabar ya, waktu itu pasti akan segera tiba….

Ditulis di Ruang Tunggu Bandara Sepinggan pada 19/09/2011 09:52 Wita, diselesaikan di Tarakan pada 21/09/2011 22:53 Wita.

About these ads

Perihal muamdisini
hanya manusia biasa yang mencoba menggapai mimpi dan melawan segala keterbatasan dengan segenap kemampuan yang dimilikinya

63 Responses to Tarakan lagi…

  1. maminx mengatakan:

    wkwk lucu kalimat pembuka nya…soe hok gie banget :D

    cuman kalau soe hok gie mah kabut tipis nya turun di lembah mandalawangi ya :P

    kakak saya pernah kerja di tarakan tuh. uh jauh banget ya. Alhamdulillah udah dipindah tugaskan ke jakarta lagi sih..

    tetap semangat ah

  2. Ping-balik: Menikmati Kapa dan Senja di Pantai Amal « duniamuam

  3. IFAN JAYADI mengatakan:

    Ya, aku maklum kok, kalau pegawai BPK pasti resikonya harus sering2 dinas luar untuk melakukan audit ke instansi-instansi. Biasanya kalau dinas luarnya ke luar kota lumayan lama waktunya. Tapi namanya pekerjaan, ya mau nggak mau harus dijalani dengan sebaik mungkin. Semoga lancar aja ya pekerjaan auditnya :)

Sedikit komentar dari anda, sangat berarti bagi saya ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: